Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

SELAMAT ULANG TAHUN AKU 30-JULI

Hari ini aku tidak sempurna, Tapi aku masih ada — dan itu cukup. Tak semua luka bisa disembuhkan, Tapi aku tetap melangkah meski terlambat.  Selamat ulang tahun, aku...  Yang jatuh, tapi selalu bangkit. Selamat ulang tahun, diriku...  Yang rapuh, tapi tak pernah berhenti. Tak perlu pesta, tak harus ramai, Aku merayakan diriku sendiri. Dengan secangkir doa, dan senyum yang perlahan kembali. Selamat ulang tahun, hatiku! Yang diam-diam bertahan tanpa banyak suara.  Selamat ulang tahun, wahai aku! Terima kasih sudah sampai sejauh ini. Semoga aku tak lupa bersyukur, meski tak semua doa lekas terkabul. Semoga aku tumbuh jadi lebih lembut, meski dunia terlalu keras. Semoga langkahku ringan, meski beban belum hilang. Semoga aku terus percaya, bahwa esok tetap pantas untuk diperjuangkan. Selamat ulang tahun, aku... Mari kita hidup lagi, dengan tenang dan penuh arti.

Tanpa kau tau

Kau tahu? Aku mencintaimu dalam sepi yang nyaring, Dalam doa yang tak pernah kau dengar, walau kupanjat setiap malam paling hening. Kau adalah luka yang tak pernah berdarah, Tapi membuatku kehilangan arah. Kutatap layar yang tak menampilkan namamu, Menunggu pesan yang tak kunjung datang dari duniamu. Semesta tahu aku tak baik-baik saja, Tapi kau... tak pernah peduli sedalam itu, bukan? Kupeluk malam agar tak terlalu dingin, Kupeluk bayanganmu meski samar dan makin asing. Aku menyebutmu dalam tangis yang kubunuh pelan, Agar tak ada yang tahu aku patah… berkali-kali dalam diam. Aku mencintaimu seperti langit mencintai bulan, Selalu ada, tapi tak pernah benar-benar dipeluk dalam genggaman. Aku tinggal di sisimu tanpa pernah kau sadari, Seperti embun di pagi hari… yang selalu ada, tapi tak pernah dicari. Kau mencintai… tapi bukan aku. Dan aku tetap mencintaimu… meski kutahu takkan ada “kita” di waktu yang baru. Aku kalah. Tapi aku diam. Karena aku masih ingin kau bahagia… meski bukan denga...