Diluar jangkauan pengertian
Langit menggulung pikirannya sendiri. Ia meneteskan waktu, ke dalam dada yang belum selesai belajar tenang. Udara berjalan tanpa penjelasan, membawa kabar dari sesuatu yang tak pernah sempat kita tanyai. Akar bergumam di bawah tanah, Dia berbicara dalam bahasa yang tak dimengerti siapa pun. Batang mendengarkan. Daun menafsir. Dan hening menjadi penerjemah. Rerumputan menunduk, bukan karena kalah, Mereka tahu cara memahami angin. Mereka tumbuh tanpa bertanya, dan tetap hijau bahkan setelah dilupakan. Hujan menulis pesan di telapak bumi — hurufnya sudah pudar, Meski begitu, tetap terbaca oleh hati yang sabar menunggu reda. Ada tangan yang tidak terlihat. Ia menata ulang kejatuhan, menjadikannya bentuk baru dari pulang. Bayang-bayang menua di dinding sore, namun tak pernah benar-benar hilang. Waktu berjalan tanpa bunyi, tapi kita tahu: ada yang sedang diperbaiki, di luar jangkauan pengertian. Langit menyimpan catatan di antara awan, tentang siapa yang tetap jernih saat segalanya menjadi k...