Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

Surat untuk ayah

Gambar
Untuk kamu seseorang yang tak pernah kutemui Ada penghalang diantara kita Yang tak pernah bisa untuk dihancurkan  Kian hari ingatan tentang dirimu semakin memudar Jika aku punya kemampuan Aku ingin mengutuk masalalu yang terlalu suram itu Jika aku punya kesempatan, aku ingin tau bagaimana rasanya dicintai oleh dirimu. Ayah,... Aku berkecamuk dengan hayalan yang kulihat dari gambaran orang lain mengenai sosokmu. Yang senantiasa menjadi tameng dari setiap badai yang kulalui. Tapi kenyataannya aku selalu dihantam badai ketepi jurang. Lalu diseret seret angin kemudian tersangkut diantara ranting-ranting yang menusuk. Betapa sakitnya hidup tanpa dirimu Betapa perihnya menapak diatas bumi yang diatasnya penuh dengan serpihan kaca sedangkan aku tak memiliki alas kaki. Katanya Tuhan Tau yang kubutuhkan Tapi mengapa ia membiarkan aku tertatih-tatih disetiap perjalanan yang tak pernah kuketahui dimana akhirnya. Aku tidak pernah santai dalam hidup Jika orang lain menganggap dunia ...

Teman adalah pemberhentian

Gambar
Hidup ini adalah sebuah pemberhentian... Suatu ketika aku menemukan kamu Yang setia menemani... Sampai akhirnya bus yang kamu tunggu datang  lalu kamu pergi dan meninggalkanku... Sebesar apapun kenyamananku atas keberadaan kamu,.. Nantinya kamu akan tetap pergi Meski aku mengeluarkan air mata sederas hujan, kamu juga akan pergi ... Bukan karena kamu tidak setia atau karena kamu tidak memperdulikanku... Tapi karena tujuan kita berbeda... Bus yang kita tunggu berbeda arah. Itulah mengapa,... Dari awal kita tidak bisa saling bergantung satu sama lain. Agar supaya kita bisa merelakan perpisahan,.. Dunia ini menuntut kita untuk tega meninggalkan seseorang,...  Meski bus teman kita belum datang... Kita harus tetap pergi Karena jika tidak, maka kita yg akan tertinggal. Berterimakasih lah pada teman dipemberhentian itu, setidaknya dia pernah menemani walaupun pada akhirnya meninggalkan kekecewaan. Jangan kalah dengan perasaan Karena meski terlihat indah, kita tidak tau pad...

Selamat tinggal

Gambar
Selamat tinggal... Ditengah kehampaan. Saat itu, aku hanya melangkah tanpa tujuan. Lalu aku bertemu kamu dan bertegur sapa. Kamu bilang. Kamu telah menyukaiku sejak beberapa waktu sebelumnya. Tapi kamu tidak mengungkapkan dan memilih menjalaninya dengan normal. Aku yang hampa tentu   saja merasa senang, Aku yang tidak percayadiri tentang diriku ternyata bisa memikat orang dalam diam. Tegur sapa itu berlangsung dari waktu ke waktu dan memunculkan rasanya nyaman. Lalu kemudian aku meyakinkan diriku untuk masuk kedalam hidupmu dan berkata. "Aku juga menyukaimu..." Hubungan ini dibangun dengan pondasi nyaman, atas alasan aku suka kamu dan kamu suka aku. Kita tau pada akhirnya ntah aku ataupun kamu yang terluka. Kita pasti kehilangan. Entah kerena aku menikah dengan laki-laki lain. Atau kamu yang pergi karena dituntut oleh kewajiban sebagai seorang suami dan ayah dari anak-anakmu. Kita mengabaikan dosa dan kodrat hanya karena terbius nyaman. Seolah aku dan kamu mampu menahan rasa ...