Surat untuk ayah
Untuk kamu seseorang yang tak pernah kutemui
Ada penghalang diantara kita
Yang tak pernah bisa untuk dihancurkan
Kian hari ingatan tentang dirimu semakin memudar
Jika aku punya kemampuan
Aku ingin mengutuk masalalu yang terlalu suram itu
Jika aku punya kesempatan, aku ingin tau bagaimana rasanya dicintai oleh dirimu.
Ayah,...
Aku berkecamuk dengan hayalan yang kulihat dari gambaran orang lain mengenai sosokmu.
Yang senantiasa menjadi tameng dari setiap badai yang kulalui.
Tapi kenyataannya aku selalu dihantam badai ketepi jurang.
Lalu diseret seret angin kemudian tersangkut diantara ranting-ranting yang menusuk.
Betapa sakitnya hidup tanpa dirimu
Betapa perihnya menapak diatas bumi yang diatasnya penuh dengan serpihan kaca sedangkan aku tak memiliki alas kaki.
Katanya Tuhan Tau yang kubutuhkan
Tapi mengapa ia membiarkan aku tertatih-tatih disetiap perjalanan yang tak pernah kuketahui dimana akhirnya.
Aku tidak pernah santai dalam hidup
Jika orang lain menganggap dunia adalah taman hiburan, aku selalu menganggap dunia seperti medan perang.
Aku selalu merindukanmu, seorang Ayah dimasa kecilku
Aku selalu ingin tau bagaimana masadepanku jika ada kamu
Tapi terlalu mustahil untuk berharap itu.
Dan pada akhirnya
Hingga saat ini aku selalu berkecil hati atas ketiadaanmu
Sembari memaksakan diri untuk kuat menghadapi kenyataan ini.
Ayah...
Apakabar disana?
Apakah bertemu dengan ibu...?
Dia baru saja berpamitan dariku dan menyulmu.
Jemputlah dia begitu sampai disurga...
Selain aku sebagai anak...
Aku adalah saksi betapa wanita itu sangat mencintaimu, dan tak seharipun berpaling darimu.
Jika aku dihantam badai di dunia ini... Wanita itu bahkan mungkin pernah merasakan dihantam runtuhan langit.
Dia sangat kelelahan didunia...
Jaga dia... Dan peluklah
Berikan dia kehangatan karena dunia ini terlallu dingin untuknya.
Soal aku yang masih terluka dengan ketiadaan kalian... Jangan pikirkan aku.
Berbahagialah kalian...
Dan tunggu saja aku sampai
Waktunya tiba.
Semoga kita bisa bersama atas izin Allah
Dan tidak pernah dipisahkan lagi ..
Amin...
Komentar
Posting Komentar