Suara yang tenggelam

Ada sebuah suara
yang selalu karam di tengah riuh,
disangka riak tak penting,
padahal ia adalah teriakan
dari perahu yang nyaris tenggelam.

Aku menanam seribu langkah
di tanah retak tanpa hujan,
tapi mata mereka hanya melihat debu,
bukan jejak.
Apa gunanya api yang kupelihara
jika kalian hanya menghangatkan diri
tanpa bertanya siapa yang terbakar?

Mereka berkata aku cerewet,
padahal aku hanya mengetuk pintu
yang mestinya terbuka untukku.
Mereka bilang aku tak berjuang,
padahal aku telah berdarah
dari perang yang tak pernah mereka saksikan.

Suatu saat jika heningku jadi batu nisan,
atau jika gelap menelanku tanpa jejak,
barulah kalian tahu:
semua yang kulakukan adalah doa
yang tak pernah sempat kusebutkan namanya.

Aku tak butuh cinta,
aku hanya ingin dikenang
sebagai seseorang yang pernah ada—
sebelum bayangan ini benar-benar
hilang dari cahaya.

By: Sarahbneism/Y

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)