Selalu Saja Aku

Selalu saja aku—
Batu bisu,
dibentur, dibungkam,
dibilang bebal.

Selalu saja aku—
Daun layu,
digugurkan,
lalu ditanya “kenapa layu?”

Selalu saja aku—
Nadir ringkih,
dikecup angin repih,
dibilang redup,
dihitung perih.

Dan kalian—
Angin angkuh,
melintas, Lingkas 
melingkar sesuka arah.

Dan sudah.
Biarkan langkahku lirih—
menjauh, menjernih,
Memeluk diri sendiri.

Menyendiri.

Mengamini.


_____
Karya: Sarah Bneiismael, Kiky
08 Desember 2025
Bondowoso, Yogyakarta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)