Cinta yang terkunci
Kau mencintaiku,
aku pun karam dalam cintamu.
Namun takdir menulis garis lain,
ada rumah yang kau genggam,
ada jiwa yang harus kau lindungi.
Betapa perih mencintai tanpa boleh menggenggam,
betapa indah namun harus kupendam.
Kita bagai dua bintang di langit jauh,
saling bersinar, saling menatap,
tapi tak pernah bisa bersatu dalam satu pelukan.
Aku candu pada hangatmu,
kau pun tenggelam di mataku.
Namun cinta ini harus bersembunyi,
agar tak ada hati lain yang hancur,
agar kita tak berubah menjadi luka bagi orang lain.
Biarlah kita jadi rahasia semesta,
cinta yang hidup di balik dada,
tanpa nama, tanpa pesta.
Karena kadang yang paling tulus,
adalah cinta yang rela terikat,
agar tak melukai siapa pun di jalan yang kita tapaki.
Komentar
Posting Komentar