Hingga berjumpa lagi (Puisi Ibu)
Kadang angin berbisik di malam hening,
membawa harum tanah basah seakan suaramu ikut serta.
Aku menoleh, namun hanya sunyi yang menjawab,
dan rindu kembali jatuh seperti hujan tanpa reda.
Engkau bagai bulan yang tenggelam terlalu cepat,
meninggalkan langitku kosong dan pucat.
Namun cahaya yang pernah kau titipkan,
masih menyelinap di sela gelap,
menuntunku agar tak tersesat.
Kepergianmu lama, tapi rasanya masih dekat,
seperti mimpi yang enggan usai.
Setiap langkahku masih berpijak pada bayanganmu,
setiap doa masih menyebut namamu.
Aku ingin bersua,
ingin memelukmu dalam kehangatan yang tak lagi ada.
Namun aku pun tahu,
jika engkau masih di bumi ini,
derita hanya akan menetes dari sikap anak-anakmu.
Maka biarlah engkau damai di sana,
sementara rinduku menjelma doa.
Ibu,
suatu saat kelak,
di antara kabut waktu dan batas yang fana,
akan ada pagi tanpa perpisahan,
saat aku pulang ke pelukanmu,
hingga berjumpa lagi.
Komentar
Posting Komentar