Lelah yang tak terucap
Seperti pohon tua di tengah musim kering,
aku berdiri rapuh tanpa angin,
namun daunku gugur sendiri,
seakan hidup tak lagi punya alasan berdiri.
Tangisku sering tak bersuara,
ia mengendap di balik dada,
menjadi genangan yang dingin,
menyiksa tanpa seorang pun tahu ia ada.
Meminta tolong,
sama halnya berbicara pada dinding retak:
sunyi hanya membalas sunyi,
dan jawabannya hanyalah hampa.
Kepada Tuhan aku berbisik,
namun lidahku gemetar,
kadang yakin, kadang ragu,
seakan jarak begitu jauh
meski namanya selalu kupanggil dalam lirih.
Kesabaran kupeluk erat,
namun ia sering berkhianat,
jatuh dari genggamanku,
meninggalkan aku sendiri
dengan emosi yang meledak
dan tubuh yang sakit
tanpa sebab,
tanpa obat,
hanya letih yang tak berkesudahan.
Aku lelah,
bahkan saat tidak melakukan apa-apa,
seperti hidup yang menghukum
hanya karena aku masih bernafas.
Komentar
Posting Komentar