Puisi : Tegar yang tak pernah suka rela
Ada jiwa yang tampak gagah berdiri,
seperti pohon yang akarnya menancap kokoh di tanah gersang.
Orang-orang berkata: betapa kuat, betapa tegar.
Padahal ia hanya tak pernah diberi izin untuk tumbang.
Setiap langkahnya terdengar seperti nyanyian kemenangan,
namun gema itu hanya gaung di ruang kosong.
Ia berkata bangga pada dirinya,
padahal hatinya hanya sedang belajar merayakan kesepian.
Seandainya ada tangan yang menuntun,
ia tak akan berjalan sendiri.
Seandainya ada bahu untuk bersandar,
ia tak akan pura-pura nyaman memikul langit seorang diri.
Mandiri, katanya…
Tapi siapa tahu, itu hanyalah nama lain dari keterpaksaan.
Sebab sesungguhnya,
berdiri sendirian adalah beban yang diam-diam mengikis jiwa,
namun tak seorang pun melihat air mata yang disembunyikan di balik senyum yang dipuja.
Komentar
Posting Komentar