Sunyi di Tengah Luka
Ada burung yang kehilangan sarang,
ditelan angin, dihantam hujan datang.
Ia menjerit di ranting patah,
namun suaranya tenggelam di lebat semak.
Ada sungai yang nyaris kering,
menangis lirih di bebatuan gersang.
Ia tetap merangkak meski tertatih,
menyimpan janji pada laut yang jauh menanti.
Ada rusa yang jatuh di rimba,
dikejar lapar, diburu derita.
Namun ia tetap menatap langit,
seakan bintang menghibur langkah yang sulit.
Begitulah hidup—penuh perih,
kadang menusuk tanpa henti.
Namun dari retak yang tak terperi,
lahir bunga yang lebih wangi.
Jangan menyerah, wahai jiwa terluka,
meski tangis menenggelamkan malammu.
Karena pagi selalu menjemput dengan cahaya,
dan luka pun, akhirnya, tumbuh jadi dirimu.
Komentar
Posting Komentar