Tegar dari runtuh
Biarlah angin membawa sisa jejakmu,
seperti bayang yang enggan menua bersama waktu.
Aku bukan tanah yang rela ditanami racun,
bukan telaga yang sudi menampung arus keruhmu.
Ada saatnya ranting patah tak layak disambung,
biarlah gugur, agar pohon tak ikut rebah.
Dan dari runtuh itu, tumbuhlah akar yang tegar,
menyimpan hidup tanpa perlu kembali menawar.
Jika cinta hanyalah rantai yang berkarat,
lebih mulia kutanggalkan, meski berdarah di pergelangan.
Karena jiwa ini bukan tawanan yang pasrah,
tapi mercusuar yang tetap menyala, walau kapalmu karam.
Oleh: Sarah Bneiismael
Komentar
Posting Komentar