Diam Tak Berarti Kalah

Ada diam
yang bukan hening—
melainkan altar,
tempat gelombang-gelombang batin
bersujud tanpa suara.

Tapi jangan salah,
diam bisa menyala.
Ia menyimpan gelegar
yang menolak meledak
demi jiwa yang tetap utuh.

Ada langkah
yang tak meninggalkan jejak,
namun diam-diam
mengubah gurun
menjadi taman
di tempat yang tak pernah kau jamah.


---

Keteguhan bukan keras.
Ia adalah lembut
yang tak bisa dilipat.
Ia tidak menonjol,
namun menjulang—
seperti akar
yang menolak terlihat,
namun diam-diam
menggenggam akar dunia dalam senyap.


---

Mereka menuduh:
“Kau tak membela.”
“Kau tak bicara.”

Padahal, kau sedang menulis puisi
dengan luka,
menyulam sabar
dengan benang langit,
di halaman sunyi
yang hanya Tuhan bisa baca.


---

Lidah bisa berdusta.
Tapi diam?
Ia tidak bisa.
Karena ia tahu—
betapa dalamnya laut
yang di permukaan tampak tenang,
tapi di kedalaman
menyimpan badai
yang tak bernama.

Diam tahu:
tak ada yang lebih kuat
dari jiwa
yang tidak merasa perlu
membuktikan apa pun
kepada siapa pun.


---

Kau adalah Yusuf,
yang dilempar—
bukan oleh asing,
tapi oleh nama-nama
yang pernah jadi rumah.

Namun kau tidak menjadi pisau.
Kau berubah menjadi langit—
luas, tinggi,
tak bisa dijatuhkan siapa pun.


---

Diam yang kau pilih—
bukan topeng,
melainkan taman doa
yang hanya Tuhan
tahu pintu masuknya.

Tak semua yang bersuara adalah benar.
Tak semua yang membisu adalah kalah.

Ada hati
yang memilih menjadi ilalang:
tak pernah berteriak,
tapi ikut menari
saat angin lewat—
tanpa kehilangan akar.


---

Ketahuilah:
keteguhan bukan milik
mereka yang paling lantang,
tapi milik mereka
yang tetap utuh
saat dunia pura-pura tuli.

Dan diam—
jika lahir dari dada yang lapang—
adalah senjata
yang tak seorang pun tahu
cara melawannya.


---

Dan bila dunia
terlalu gaduh untuk memahami,
biarkan diam
menjadi tempat engkau pulang
paling utuh.

Sebab tak semua kebenaran
perlu dibela dengan kata.
Ada yang cukup dibenarkan
oleh ketenangan
yang tak berubah.


__________
Ditulis oleh; Sarah Bneiismael 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)