Kebetulan yang manis
Suaramu terdengar indah,
bagai gerimis di musim yang letih—
menyentuh hatiku tanpa izin,
menumbuhkan bunga-bunga kecil
di taman yang bahkan aku lupa pernah menyemainya.
Aku tersenyum diam-diam,
seperti rahasia yang enggan kuakui,
setiap getar nada darimu
adalah kode yang tak pernah tertulis,
namun entah bagaimana
tintanya menyusup dan membuatku terbawa perasaan.
Kau tahu?
Ada bahaya manis di sini—
perairan yang tak kupahami arusnya,
namun aku rela karam
asal masih sempat mendengar
Suaramu terbaca di sela-sela angin.
Suaramu… ah, itu jebakan lain,
seperti jendela yang tiba-tiba terbuka lalu
menawarkan seikat bunga,
dan aku, dengan malu-malu,
menerima dengan senyum senyum sendiri.
Jika ini hanya kebetulan,
biarlah ia menjadi kebetulan terindah,
sebab aku tak butuh takdir besar,
cukup suaramu yang meneduhkan,
cukup senyummu yang kubaca
dari jarak yang tak pernah kita sepakati.
Kamu...
ia, kamu...
Oleh: Sarah Bneiismael.
Komentar
Posting Komentar