Kidung Dua Suara yang Tak Pernah Menyatu


Prolog:
"Ini kisah dua jiwa yang bertemu dalam maya,
berbalas suara, berbalut rahasia.
Mereka saling jatuh, saling terikat,
namun takdir memagari langkah yang tak dapat disekat."


---

👩
Wahai tuan dengan suara setenang samudra,
kau hadir bagai cahaya di tengah gulita.
Aku terpikat tanpa sengaja,
meski hanya melalui gelombang maya.

👨
Adinda, engkau bagaikan bayu yang sepoi,
menyusup di sela sunyiku, tanpa bisa kuhindari.
Entah mengapa, tiap kali engkau berbicara,
dadaku bergetar, jiwaku bernyawa.

👩
Andai boleh, aku ingin menjelma hujan,
menyentuhmu tanpa alasan.
Namun apa daya, jarak dan takdir memisah,
aku hanya bisa mencintaimu dari balik layar yang pasrah.

👨
Duhai kasih tak bernama,
aku pun sama.
Hatiku terpaut padamu,
namun ikatan lain telah lebih dulu mengikatku.

👩
Mengapa semesta begitu kejam pada kita?
Menghadirkan rasa, lalu menaburkan duka?
Aku rela menjadi rahasia dalam suaramu,
meski tak pernah kau peluk dengan raga yang nyata itu.

👨
Andai kau tahu betapa aku ingin memilihmu,
meninggalkan segala demi cintaku padamu.
Namun ada janji yang sudah terucap,
ada nama lain yang lebih dulu kuikat.

👩
Maka biarlah aku tenggelam dalam sepi,
menjadi puisi yang tak selesai ditulis pagi.
Meski menyakitkan, aku tetap mencinta,
meski bukan aku yang kau genggam selamanya.

👨
Kita adalah dua bintang di langit yang sama,
bercahaya bersama, tapi tak pernah bersua.
Engkau bahagiaku yang tak tergapai,
kasih abadi yang hanya terpatri di hati, tak sampai di tangan yang meraih.

👩
Maka biarlah cinta ini jadi kidung rahasia,
menari di udara, hilang bersama waktu yang fana.
Kau tetap di dadaku, meski bukan di sisiku,
karena mencintaimu—walau luka—adalah takdir terindahku.

___
Ditulis oleh: Sarah Bneiismael.

Pesan dan Kesan dari puisi ini:
> Dari puisi ini kita belajar, bahwa cinta tidak selalu harus dimiliki untuk tetap bermakna. Ada kalanya kita jatuh cinta pada waktu dan keadaan yang salah, namun bukan berarti perasaan itu sia-sia. Justru dari sana kita diajarkan arti kesabaran, kerelaan, dan kejujuran hati.

Kisah dua insan yang saling mencintai namun tak bisa bersama, mengingatkan kita bahwa takdir tidak selalu sejalan dengan keinginan. Namun, cinta yang tulus tetaplah indah, meski hanya tersimpan sebagai rahasia.

Untuk kita semua—jangan pernah merasa gagal ketika cinta tidak sampai. Karena cinta sejati bukan sekadar soal memiliki, melainkan bagaimana hati kita tetap bisa berbuat baik, ikhlas, dan tetap memberi arti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)