Maafkan aku, Tuan

Jika aku terlihat acuh,
bukan berarti aku tak peduli.
Aku hanya terlalu terbiasa menyimpan banyak hal dalam diam,
hingga lupa bagaimana caranya menunjukkan perhatian sederhana.

Saat aku mencoba peduli padamu,
ada rasa bersalah yang tiba-tiba tumbuh—
seperti sedang meninggalkan diriku sendiri
yang telah lama kutelantarkan tanpa sengaja.

Aku pun tak ingin menyalahkanmu.
Sebab aku tahu, aku bukan tanggung jawabmu.
Setiap saran yang kau ucapkan,
sudah kucoba dengan sepenuh hati,
namun tetap saja tak membawa hasil.

Maafkan aku, Tuan.
Kadang aku merasa kasihan padamu,
karena harus memiliki aku—
seseorang yang rapuh,
yang bahkan pada dirinya sendiri pun
sering gagal memberi arti.

Maka bila aku tampak menjauh,
jangan anggap itu penolakan.
Anggaplah itu caraku merawat luka yang belum sembuh,
sambil berharap, suatu hari nanti,
aku bisa belajar memberi dengan lebih tulus—
bukan hanya untukmu,
tapi juga untuk diriku sendiri.

___________
Ditulis oleh: Sarah Bneiismael 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)