Nyatanya Perempuan Itu

Sesungguhnya, perempuan itu tidak takut
dihadapkan pada kerasnya hidup atau sulitnya hari.
Ia sanggup menapaki jalan yang berbatu
dan menahan lelah di bawah terik dan hujan

Yang membuatnya gentar bukanlah kesulitan itu.
bukan pula kehilangan atau kemiskinan
Melainkan kata yang tajam, suara yang meninggi, atau hati yang mengukur setiap kebaikan dengan sempit

Ia takut bila perlakuanmu tanpa rasa adil,
bila kehadirannya dianggap beban, bukan anugerah.
Bukan amanah yang harus dihormati.
Ia takut bila cintamu tak bersumber dari kasih dan sabar

Nyatanya, perempuan itu kuat.
mampu menahan gelombang sedih,
menyongsong gelap dengan harapan,
dan tetap menapaki hari dengan doa di hati

Maka berbicaralah dengan lemah lembut,
berlaku dengan tulus dan penuh pertimbangan.

Karena setiap kata yang bijak menenangkan jiwa
dan setiap senyum yang ikhlas menghadirkan damai

Nyatanya, perempuan itu tidak takut hidup susah.
Ia hanya berharap hatimu cukup luas
untuk menampungnya, menampung orang lain
dan menampung kasih yang tak terbatas

Dan bila engkau mampu menghadirkan itu
percayalah 

Ia akan berjalan bersamamu
dengan keyakinan, dengan kesabaran,
dan hati yang tenteram di bawah rahmat Ilahi.


___________
Oleh: Sarah Bneiismael 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)