Pasrah | Liris
Aku lelah menggantungkan harap
pada manusia yang tak lagi peduli.
Berulang kali kutunggu,
berulang kali kudoakan,
namun yang kembali hanyalah sepi
dan diriku yang makin letih.
Aku tidak membenci mereka
yang lalai pada perannya,
aku tidak marah pada jiwa-jiwa
yang meninggalkan tanggung jawabnya.
Barangkali memang aku yang salah,
terlalu banyak berharap
pada tangan yang tak pernah terulur.
Kini aku belajar berdiri sendiri.
Meski langkahku goyah,
meski dadaku penuh resah,
aku tahu, tak ada yang benar-benar bisa kuandalkan
selain diriku sendiri.
Ya Allah…
betapa sering aku tak berdaya
bahkan mengendalikan diriku sendiri.
Aku rapuh, aku takut,
aku tak tahu ke mana jalan ini bermuara.
Namun aku serahkan segalanya kepada-Mu,
sebab hanya kepada-Mu aku kembali.
Jika hidup ini adalah ujian,
maka ajari aku bersabar.
Jika luka ini adalah teguran,
maka lembutkanlah hatiku untuk menerima.
Dan jika semua yang kuinginkan
tak pernah Kau izinkan,
maka kuatkanlah aku untuk mengikhlaskan.
Aku tidak meminta bahagia yang besar,
cukup tenang dalam langkah,
cukup ridha dalam hati,
cukup yakin bahwa setiap air mata
tidak pernah sia-sia
di hadapan-Mu.
Ditulis oleh : Sarah Bneiismael
Pesan;
Kadang kita capek banget kalau terlalu banyak berharap sama orang. Kita udah nunggu, doa’in, bahkan buang energi, tapi mereka nggak berubah juga.
Dari situ kita belajar, ternyata kita harus bisa berdiri sendiri, ngurus diri sendiri, tanpa harus marah atau benci sama siapa pun.
Yang penting kita tetap ikhlas, tetap jalanin apa yang bisa kita lakuin, dan sisanya biar Allah yang urus. Karena seberat apa pun rasanya, doa kita nggak pernah sia-sia di hadapan Allah.
Semangat.
Komentar
Posting Komentar