Sayap Garuda dilangit Nusantara

Di ufuk pagi, Garuda membuka matanya,
sayap emasnya menyapu kabut lama,
mengusir bayang-bayang kelam yang mengekang bumi,
membawa aroma tanah pertiwi yang rindu keadilan.

Rakyat adalah angin yang menggerakkan bulu-bulu sayapnya,
menyusup ke celah-celah dinding kepalsuan,
menjadi tenaga yang tak terlihat namun menggetarkan,
hingga setiap retakan ketidakadilan tersibak oleh terbangnya.

Ibu Pertiwi menunduk di lembah-lembahnya,
mata penuh luka namun hati tetap menahan asa,
karena Garuda tak pernah tinggal diam,
dan setiap kepakannya adalah janji yang menyala.

Wahai para pengemban amanat negeri,
jangan engkau menahan sayap ini,
jangan engkau tutupi langit dengan debu kepentingan sendiri,
karena Garuda adalah suara rakyat,
dan setiap terbangnya menuntut kebenaran yang tak tergoyahkan.

Langit Nusantara menanti kepakannya,
hujan pun tunduk pada irama sayapnya,
matahari menatap kagum pada gerak tak terbendungnya,
dan harapan, seperti bintang-bintang,
menyala di sela-sela angin yang ditiup rakyat.

Garuda bukan sekadar simbol,
ia adalah jiwa bangsa yang tak bisa dibungkam,
tiap terbangnya adalah seruan:
keadilan harus ditegakkan,
bangsa harus bangkit,
dan bumi pertiwi akan kembali berjaya,
tersurat dalam kekuatan sayap yang abadi.

Ditulis oleh: Sarah Bneiismael 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)