Silahkan pergi, Tuan
Hari ini, aku pergi.
Aku yang menutup pintu.
Aku yang melepas diri dari dunia yang kau kendalikan.
Aku memilih udara sendiri,
tanpa harus menyesuaikan diri dengan egomu lagi.
Aku lelah.
Lelah mengikuti semua kemauanmu,
Lelah mengalah demi keinginanmu.
Lelah memberi hati, waktu, hidupku,
hanya untuk disepelekan.
Hanya untuk diabaikan.
Hanya untuk dikucilkan.
Aku pernah menyerahkan segalanya padamu,
dan kau menatapnya seakan itu biasa saja.
Sekarang aku tersadar.
Cinta sejati dimulai dari diri sendiri.
Aku memilih melepaskan.
Bukan karena kau lebih baik atau pantas,
tapi karena aku lebih berharga daripada semua yang telah kau sia-siakan.
Aku yang menentukan batas.
Aku yang menutup ruangmu di hatiku.
Aku yang berjalan tegak, bebas, tanpa beban.
Pergilah, Tuan.
Bawa semua kebingungan dan kesombonganmu.
Aku tidak menahanmu.
Aku tidak menoleh ke belakang.
Aku tidak akan menjelaskan atau membuktikan lagi.
Aku sudah cukup lelah melayani ego yang tak pernah puas.
Aku melepaskanmu,
sebagai bukti bahwa aku mencintai diriku sendiri,
bahwa aku mampu berdiri tanpa ada kau lagi.
bahwa aku bisa hidup dengan kebebasan yang selama ini hanya aku impikan.
Dan ketahuilah, Tuan.
Yang kau tinggalkan bukan hanya aku,
tapi kesempatanmu.
Kesempatan memiliki seseorang yang benar-benar memberi tanpa syarat,
dan kau memilih meremehkan itu.
Aku tersenyum, Tuan,
karena hari ini, kebebasan itu milikku.
Keberanian yang muncul dari dalam,
menuntun langkahku ke arah yang lebih terang, lebih murni,
tanpa belenggu yang dulu mengekang.
Hidupku akan kujalani sepenuhnya,
dengan pilihan-pilihan yang kuinginkan,
dan dengan cahaya yang kuhasilkan sendiri.
Tak ada penyesalan, tak ada ketergantungan,
hanya kebanggaan yang tumbuh
dari setiap detik yang kulewati.
Hari ini, aku memulai hidupku yang baru.
Lebih kuat.
Lebih berani.
Sepenuhnya bebas.
Sekarang aku belajar,
bahwa dari semua ini, aku menemukan diriku yang baru.
Aku harus lebih berani.
Dan aku siap menyambut setiap hari
sebagai kesempatan
untuk menjadi versi terbaik dari diriku sendiri.
________
Oleh: Sarah Bneiismael
Komentar
Posting Komentar