Tanpa berharap lebih | lirik
Kau datang seperti hujan pertama setelah kemarau panjang.
singkat, menyejukkan,
namun tak pernah dapat dipastikan untuk bertahan lama.
Indah, iya.
Tapi aku tahu, genangnya bisa cepat surut,
sebelum sempat meresap ke dalam tanah.
Begitulah aku memandangmu:
pertemuan yang manis,
tapi harus kutahan agar tak tumbuh terlalu dalam.
Sebab rasa yang berakar terburu-buru,
sering kali patah sebelum sempat menguat.
Aku memilih menjaga jarak dengan hatiku,
bukan karena tak terpesona,
melainkan karena aku sadar—
kau tak sepenuhnya menaruh hatimu padaku.
Dan mencintai yang tidak utuh,
adalah cara tercepat untuk hancur seluruhnya.
Namun, ada saat ketika logikaku runtuh,
dan aku ingin percaya bahwa aku cukup bagimu.
Bahwa aku bukan sekadar singgah,
bukan sekadar hadir sementara dalam cerita panjangmu.
Di titik itu, perasaanku memuncak:
aku mencintaimu dengan hati-hati,
sambil menyiapkan ruang untuk melepaskan.
Karena aku tahu, menyelamatkan diri
lebih penting daripada memaksa sesuatu
yang tak pernah benar-benar kumiliki.
Dan kini kau harus tahu,
aku mencintaimu dengan cara yang sederhana,
biasa saja, tapi tetap tulus apa adanya.
Selayaknya matahari yang setiap hari menyinari bumi,
tak pernah menuntut terima kasih,
tak pernah kecewa jika cahayanya diabaikan,
dan tetap bersinar meski tak semua orang menatapnya.
Cintaku padamu seperti itu:
tak menuntut, tak berlebihan,
tapi konsisten, mengalir begitu saja.
Aku tidak meminta balasan yang lebih,
tidak menuntut kau memujanya,
cukup dibiarkan saja,
menjadi cahaya kecil yang menemanimu,
meski mungkin kau lebih sering mencari sinar dari tempat lain.
Pada akhirnya,
cinta bagiku bukan soal memiliki,
tapi keberanian untuk memberi tanpa takut kehilangan.
Dan jika suatu hari kau menyadari,
mungkin kau akan tahu—
bahwa aku pernah mencintaimu,
dengan cara yang paling tenang,
dan paling manusiawi.
Oleh: Sarah Bneiismael
Pesan puisi ini:
Puisi ini mengingatkan bahwa perasaan tidak harus selalu dibiarkan tumbuh tanpa kendali. Menyukai seseorang secukupnya adalah cara melindungi diri dari luka yang lebih dalam, terutama ketika kita sadar bahwa orang itu tidak sepenuhnya untuk kita. Cinta tidak selalu berarti memiliki, kadang cinta hanya berarti berani memberi tanpa berharap balasan. Dengan begitu, kita belajar bahwa menjaga hati sendiri sama pentingnya dengan mencintai orang lain.
Komentar
Posting Komentar