ADA TAK ADA | Karya: My Kembara
"Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni"*. Sergah sajak Sapardi yang menggema di semesta raya, menggaung di dunia maya, terpahat di dada bertaman cinta
Ada
Tak ada yang lebih bijak dari kami, yang mereka datangi dengan senyuman termanis
Lalu kami sambut dengan kedua tangan terbuka penuh kehangatan
Kepercayaan sepenuh harapan
Bulan Juli letupan-letupan paska perang urat syaraf, perang narasi, perang kepentingan masih terdengar lagi
Tak ada yang lebih arif dari kami yang setiap 5 tahun sekali mereka kelabuhi dan kami tetap manut dengan kepala tertunduk, bahkan tubuh terbungkuk
Siapa yang kalian wakili?
Mengapa kalian justru sangat berbeda dengan kami? Jauh tanah ke langit? Kalian datang meminta seluruh hati, namun di kursi dan gedung itu, tak ada sedikitpun tentang kami yang kalian wakili?
Kalian memperjuangkan naik tunjangan dan gaji kalian sendiri, sembari menjilat kartel-kartel tinggi dan oligarki. Kalian menari lalu memarahi dan menyumpahssrapahi kami layaknya zombie
Maka tak ada yang lebih marah dari petir bulan agustus
Selama ini; tabah kami kalian anggap sampah, bijak kami kalian injak-injak, arif kami kalian skip
Selama ini kami anggap kalian dewa, padahal kalian menjabat atas modal dari kami beri suara
Kami adalah ladang berlian yang kalian tambang dengan senyuman, lalu tanah tanah mangkrak dan rusak kalian tinggalkan dengan sepuncak kesombongan
September amarah kami luber!!! Kalian menantang kami lawan berbondong-bondkng, kalian jual sekalian kami borong!!!
Binatangpun masih punya harkat; kami rawat
Lalu menurut kalian; apa kami mesti ramah lagi pada kaum bejat?
Jawab!!!
Jangan salahkan jika kami kalap!
Salah sendiri kalian laknat!!!
________________________
Tangsel, 31 Agustus 2025
Karya: My Kembara
Komentar
Posting Komentar