BAGEA (Halaqoh Puisi Bode Riswandi)

Sajak memanggilku, aku berpaling malu

Puisi memanggil lagi seraya mengangguk

Aku masih ragu namun senyuman, kedua tangan dengan jemari menegaskan
Untuk memelukku dengan segenap kehangatan

"Segala kekufuranku ku kau maafkan?" Tanyaku

"Bagea!" Tegasnya
"Aku tak percaya kau futur dari wajah kontemplasi?
Diksinya tak hilang dari benak dan bibirmu;
di mimbar, panggung, meja diskusi, edukasi dan ruang transaksi
yang katamu ketulusan dikebiri
Memang pernah terlihat kau kelimpungan; dimana  koordinat kau tinggalkan hati
Kau linglung dan terus mencari
hingga di negeri-negeri yang kau datangi;
semasa kecilmu, itu hanya dongeng dan mimpi
Bagea! Tak usah bingung lagi
Hari ini akan ku tunjukkan, bahwa kau rindu pada ruhku". Sambung sajak lagi

Dengan gemetar ku hisap sebatang sigaret yang disodorkan
Bode Riswandi di seberang meja menyeruput nikmat segelas kopi, lalu berucap seakan tahu kecamuk di dadaku;
"jalan puisi selalu penuh misteri"

Maka di panggung penuh asmara
Aku berdansa gila bersama kata

___________________
Tasikmalaya, 2019
Karya: My Kembara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)