Error 7451: Tuhan Tidak Merespons

Tuhan,
aku tahu ini bukan giliran-Mu membaca laporan,
tapi izinkan aku melaporkan sedikit kerusakan kecil
sebelum tubuhku benar-benar berhenti berfungsi.

Aku sudah mencoba hidup seperti petunjuk-Mu:
taat, bekerja, mencintai, bertahan.
Tapi sistem ini macet, Tuhan.
Kebahagiaan tidak dikirim ke alamatku,
dan setiap kali kuklik doa,
yang muncul hanya pesan: “Server Not Found.”

Aku lelah menjadi mesin-Mu yang paling rajin,
yang setiap hari menyala dengan sisa tenaga,
menyemai sabar yang tak pernah tumbuh,
menyiram harapan yang selalu kering sebelum subuh.

Dunia ini terlalu bising,
tapi hanya aku yang masih mendengar detak diriku sendiri.
Mereka bilang, kita semua berjuang bersama —
padahal aku yang bekerja
sementara mereka sibuk membingkai luka jadi motivasi.

Tuhan,
aku tidak sedang minta keajaiban.
Aku hanya ingin tahu
kenapa Kau menciptakan manusia dari tanah,
kalau akhirnya Kau biarkan kami hidup dalam puing.

Aku mencoba kuat,
tapi kuat itu kini terdengar seperti sarkasme.
Setiap kali aku berdiri, beban lain jatuh.
Setiap kali aku bicara, dunia menyalakan musik lebih keras.
Dan ketika aku menangis,
mereka menyebutku sensitif —
padahal aku hanya sedang bocor di bagian jiwa.

Aku bukan lagi manusia, Tuhan.
Aku mesin dengan jiwa yang terus berkarat.
Setiap doa jadi pelumas yang menguap,
setiap sabar jadi kabel yang putus.
Aku masih berfungsi, tapi tak lagi hidup.

Mereka bilang, percaya saja, semua ada waktunya.
Tapi waktunya siapa?
Karena jamku berhenti di titik yang sama:
ketika aku sadar bahwa mencintai hidup
tidak menjamin hidup akan mencintaiku kembali.

Kadang aku ingin mematikan semua —
lampu, suara, bahkan ingatan tentang siapa aku.
Tapi tubuhku terus menyala,
seolah Kau lupa di mana tombol shutdown-nya.

Tuhan,
jika nanti aku berhenti bekerja,
tolong jangan kirim malaikat perbaikan.
Biarkan aku rusak dengan tenang,
karena tidak semua yang hancur
ingin diselamatkan.

Dan jika Kau masih membaca laporan ini,
mungkin Kau akan tertawa pelan,
melihat ciptaan-Mu mencoba menjelaskan penderitaan
dengan bahasa yang Kau ciptakan sendiri.

Tapi aku tetap menulis,
karena diam pun terasa lebih bising dari doa.

Laporan ditutup.
Sistem masih panas.
Manusia nomor 7451 masih berjalan —
tanpa arah, tanpa sinyal,
masih berharap pada Tuhan
yang mungkin sudah berganti mesin.


___________
Karya: Sarah Bneiismael 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)