Kucing Tuxedo dalam Bayangan Arsip Paralel

Kucing tuxedo
Hitam-putih
Lembut-tegas
Dan berwibawa,
Ia berjalan menurut kemauan sendiri.

Aku adalah angka yang tak pernah kau hitung,
detektif yang kalah, mencoba meretas hati,
Namun firewallmu lebih kuat dari rasa yang kumiliki.

Kucing tuxedo itu anggun, dingin, dan tak pernah tergesa.

Bayangku terselip di antara tatapannya,
diabaikan dengan wibawa yang tenang,
seolah dunia hanya miliknya untuk ditapaki.

Hatinya lembut, tapi pikirannya laksana kubah besi.
Mengangkat dunia orang lain di punggung
sementara cintaku tercecer di luar perimeter
terlupakan seperti pesan primer dalam arsip paralel yang tak tersentuh.

Jika cinta adalah konspirasi,
aku menjadi agen rahasia yang kalah,
mengamati dari jauh, memetakan jejak
di galaksi arsip paralel ini.
Kau tak akan tahu—atau mungkin tahu—
bahwa di balik semua kebijaksanaanmu,
aku masih mencintaimu, meski tak dianggap penting.

Dan di sini, di dunia yang berlapis kode dan bayangan,
aku tersenyum—satir, mungkin, sarkas, tentu.

Kucing tuxedo tetap berjalan anggun di arsip paralel,
meninggalkan jejak yang tak akan pernah kuinjaki.

Jangan berpura-pura tidak tau.
Aku mencintaimu di tengah konspirasi arsip paralel,
rindu terselip di lorong tak terjamah
hanya dimengerti bayangan.

Cinta bukan soal dimiliki,
tapi tentang memahami keteguhan yang menertawakanmu,
dan menyadari bahwa hal yang paling dekat
sering tak pernah bisa disentuh—
seperti kucing tuxedo yang dingin,
tetap hidup sendiri di tengah konspirasi hatinya.


_____________
Karya: Sarah Bneiismael 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)