AMBANG KEHAMPARAN

Aku menapaki gang-gang sunyi hatimu,
di mana setiap bisikmu tersimpan rapi
seperti permata yang enggan bersentuhan dengan tangan.
Aku menggali bayanganmu,
mencari cahaya di balik selubung rahasiamu,
dan semakin kulihat, semakin berat langkahku.

Engkau sempurna, tapi tersembunyi;
keagunganmu menegakkan dinding antara kita,
dan aku, yang hanya manusia biasa,
terjebak di pusaran kekaguman dan gentar.

Ucapanmu, lembut disertai ujung tajam,
menebar luka di tubuhku yang hampa.
Kau menahan maafmu,
sementara aku menahan tanya yang membakar.
Bagaimana aku dapat memeluk keindahan yang menolak disentuh?

Aku bingung:
haruskah bangga atas kemuliaanmu,
atau mundur, mengakui ketidakberdayaanku?
Seperti daun yang gugur tanpa angin,
hatiku terhempas antara kagum dan menyerah,
antara menanti dan melangkah pergi.

Dan aku menyerah pada absurditas ini—
cinta yang terlalu sempurna untuk kutemui sepenuhnya,
Juga terlalu manusiawi untuk kutinggalkan begitu saja.



_____
Karya: Sarah Bneiismael 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)