Pengaduan Malam kepada Allah
Ya Allah…
malam ini aku datang kepada-Mu
dengan hati yang nyaris tidak mampu berdiri.
Semua yang kutahan seharian
jatuh satu per satu di hadapan-Mu,
tanpa bentuk, tanpa suara,
hanya pedih yang menempel seperti bayangan
yang enggan meninggalkan tubuhku.
Aku ingin kuat, ya Allah,
tapi luka yang ia tinggalkan
seperti tangan yang mencengkeram jiwaku
dan tidak mau melepaskan.
Setiap kali aku mencoba bernapas,
ada bagian dari diriku
yang kembali mengingat sakit itu
seolah ia tinggal di dalam darahku sendiri.
Aku tidak datang untuk membesar-besarkan luka.
Aku datang karena tidak ada tempat lain
yang mampu menampung tangisku
selain Engkau.
Ya Allah…
jika Engkau melihat apa yang aku tanggung,
Engkau tahu bahwa aku telah kelelahan.
Engkau tahu betapa hati ini
sudah berjalan terlalu jauh dengan beban
yang bukan berasal dariku.
Aku memohon,
jika Engkau mengizinkan rasa sakit ini kembali kepadanya,
kembalikanlah setepat rasa yang pernah ia tusukkan padaku.
Tidak untuk menjatuhkannya…
hanya agar ia mengerti
bahwa yang ia hancurkan dulu
adalah hati seorang hamba yang juga Engkau cintai.
Ya Allah…
ampuni aku bila doaku pahit,
bila air mataku membawa kemarahan
yang tidak kutujukan untuk siapa pun
kecuali rasa sakit yang sudah terlalu lama diam.
Aku berserah kepada-Mu.
Aku tidak mampu menimbang keadilan
dengan tanganku sendiri.
Biarlah Engkau yang melakukannya
dengan kebijaksanaan-Mu
yang tidak pernah meleset.
Ya Allah…
peganglah hatiku malam ini.
Aku sudah terlalu lama memanggul pedih,
dan aku takut
jika aku menjatuhkannya sendiri,
jiwaku akan ikut jatuh bersamanya.
Engkau satu-satunya tempat aku kembali,
satu-satunya tempat aku percaya,
satu-satunya yang tidak meninggalkanku
ketika dunia menutup pintunya.
Ya Allah…
dengarkan aku,
karena aku tidak punya siapa pun lagi
selain Engkau.
Kasihanilah aku.
Ya Allah...
Aamiin.
____________
Karya: Sarah Bneiismael
Komentar
Posting Komentar