Bersama malam

Malam memang suka bercanda, tapi ia selalu tahu batasnya.
Ia datang ketika hari mulai kehilangan arah, lalu mengumpulkan sisa-sisa berisik yang tercecer. Udara dilonggarkan agar napas kembali mengenali diri.

Malam mengajak duduk.
Ia membuka ruang agar pikiran berhenti berputar.
Ingatan dipanggil seperlunya, disentuh dengan tenang, lalu dikembalikan ke tempat yang aman.

Di bawah pengawasan malam, waktu belajar berjalan lebih jujur.
Detik tidak lagi tergesa.
Bayangan lama hadir sebagai pengingat, mengajarkan bahwa setiap langkah pernah membawa maksud,
meski baru dipahami setelahnya.

Malam menyimpan cinta.
Hidup bersama napas yang lebih lapang dan cahaya lampu yang memilih tetap menyala.
Dari sana tumbuh pelajaran tentang ketulusan yang tidak meminta pengakuan.

Sebelum pergi, malam merapikan isi diri. Perasaan diberi tempatnya masing-masing.
Yang perlu dijaga dikuatkan, yang siap dilepas diberi jalan pulang.

Di akhir percakapan.
Malam meninggalkan pesan: 
Beri waktu pada diri sendiri.
Tidak semua perlu digenggam, tidak semua harus dikejar.

Pagi akan datang.
Dan kita melanjutkan hari dengan beban yang lebih ringan serta langkah yang lebih sadar.

____
Karya: Sarah Bneiismael 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)