Biarkan cinta mengalir

Seperti sungai yang mengikuti lekukan alam.
Dia datang dengan arus tenang, menyentuh setiap bagian dari bantaran hatiku.
 
Menyalurkan airnya melalui parit kecil yang kusembunyikan dalam diri,
seolah aku adalah salah satu bagian dari lembah yang disiapkan alam,
menampung alirannya dengan lapang dada.
 
Kulihat cahaya matahari memantul di permukaan,
kupikir dia hanya akan mengalir di atas bantaran diriku,
mengisi setiap lekukan yang ada dalam hatiku.
 
Nyatanya aku melihat dia mengalir terus,
ke sawah yang sedang mengering,
ke waduk kecil milik orang lain,
dan tanah dalam diriku perlahan mulai merasakan kering.
 
Aku tidak akan memaksa sungai
untuk berhenti atau berbelok ke arahku,
tetapi aku juga tidak akan membiarkan diriku
hancur karena aliran yang tidak sesuai.
 
Aku akan merapikan diri sebagai bantaran yang kokoh,
menyiapkan lekukan yang pas agar air bisa tinggal jika ia mau,
atau tetap ada dengan tenang
jika ia memilih untuk melanjutkan perjalanannya ke hilir.
 
Cinta adalah tentang memahami alur
yang telah ditetapkan alam,
tentang menjadi tempat yang tepat—
baik untuk menampung dan menyuburkan, atau untuk menyertai perjalanan.
 
Aku akan tetap menjadi bantaran yang kuat dan hangat,
menerima setiap aliran dengan lapang.

Sebab diriku pun layak mendapatkan
air cinta yang mengalir dengan benar dan tulus.
 
"Semoga setiap alur yang kita tempuh
selalu sesuai dengan jalan
yang telah disiapkan alam untuk kita."
 
 
 _____
Karya: Sarah Bneiismael 
Bondowoso, 25 Desember 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)