Cara hujan melepaskan.


Sejauh hujan mengingat jatuhnya,
kuluruhkan diri pada cara langit
mengajarkan lepasan—
bahwa yang berat
tak mesti ditahan.

Air menyentuh atap, merendah ke tanah,
lalu menyusup pada ceruk terdalam
agar ingatan tak kembali melukai,
sampai waktu belajar menerima.

Dingin hadir sebagai pengetahuan
sebagaimana desir di sela hembus, menyentuh tubuh.
Tak ingin pulang.

Tetes demi tetes menyusun keheningan.
Pikiran menyusut,
menjadi diam yang lapang,
menjadi rehat sejenak.
Tak lagi menuntut jawaban.

Ada yang harus tinggal
dipelihara tanpa dipercepat.
Biarkan maknanya matang.
Tak semua harus dipetik sekarang.

Barangkali hujan memang begitu:
meruntuhkan batas
antara yang digenggam
dan yang seharusnya dibuang

Maka langkah kuendapkan pelan,
mengikuti alir

Disanalah aku belajar cukup—
menjadi hening
yang tidak lagi meminta hujan
untuk menjelaskan dirinya.

____
Karya: Sarah Bneiismael 
Bondowoso, 14 Desember 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)