Hari ini saja
Aku menemui fakta bahwa hidup
tidak selalu menuntut kemenangan.
Kadang ia hanya meminta napas
yang cukup panjang
untuk menyeberangi hari.
Kebutuhan tumbuh seperti deret
di papan kotor.
sementara pendapatan datang
sebagai kemungkinan.
Tak pasti.
Di antara jarak itu
aku berada—
sebuah tubuh
yang berusaha tetap waras.
Aku mengira kuat adalah tak tergoyahkan.
Lalu aku memahami.
Kuat berarti;
tetap melangkah meskupun sambil gemetar.
Aku berjalan dengan pikiran riuh,
menawar harapan
agar tidak membebani diri.
Ada hari-hari
ketika doa kehilangan kata,
menyusut menjadi satu permintaan:
Hari ini saja, cukup.
Mari kesampingkan harapan.
Sudahi imajinasi tentang masa depan yang megah;
Satu hari tanpa runtuh
sudah terasa indah.
Bertahan hidup
ternyata bukan soal menaklukkan apa pun.
Ia lebih mirip keputusan harian
tentang apa yang masih layak diutamakan:
makan seadanya,
tidur seperlunya,
dan hati
yang tak terus dipaksa merasa bersalah.
Jika hidup adalah perjalanan batin,
barangkali aku sedang berada
di bagian yang paling menyendiri
Tempat tak ada aba-aba berlari,
Yang ada hanya aku
dengan seluruh motivasiku sendiri.
______
Ditulis oleh: Sarah Bneiismael
Komentar
Posting Komentar