Ingin klepon, hari ini.
Hari ini aku ingin membeli klepon.
Klepon yang tidak dimakan sambil lalu,
yang tidak dicari hanya karena hangatnya uap kukusan.
Klepon yang dibungkus satu per satu,
lengket dan lembut di telapak tangan,
dengan gula merah yang mencair perlahan
saat digigit dengan sabar.
Di setiap bulir kelapa yang menempel,
aku ingin menemukan rasa tenang—
manis yang mengalir lirih,
kenikmatan yang tidak berisik,
bahagia yang singgah
lalu menetap dalam ingatan.
Harganya mungkin sedikit lebih mahal,
dan aku memilih yang ini.
Ada rasa yang dijaga,
ada kelembapan yang dibiarkan tinggal.
Ada niat yang terasa,
meski tanpa kepulan asap.
Mungkin ada yang berkata,
klepon paling enak adalah yang masih panas,
yang disantap cepat sebelum dingin datang.
Aku mengerti itu.
Namun hari ini,
hatiku condong pada klepon yang ketenangannya bertahan.
Tidak hangat,
tetapi lembut.
Tidak bersap,
namun menyisakan jejak.
Seperti beberapa pilihan dalam hidup—
yang tidak ramai,
Tidak diburu waktu.
Klepon yang diam-diam tinggal
dan membuatku ingin kembali mengingatnya.
______
Karya: Sarah Bneiismael
Komentar
Posting Komentar