Izinkan aku memasukimu

Izinkan aku hadir saat kesedihan menyelimuti pikiranmu.

Jika bisa, aku akan melukis langitmu perlahan, sabar dan tidak terburu-buru,
hingga setiap goresan menenangkan hatimu.

Ketenangan yang kudatangkan setahap demi setahap, seperti cahaya yang menembus awan hitam.

Izinkan aku menghadirkan tawa,
agar pikiranmu bisa bernapas kembali, yang mampu meringankan beban tersulitmu.

Aku ingin kamu bisa sejenak melepaskan hari-hari yang berat.
Aku bersedia melepas keseriusan diriku,
menjadi ringan, bahkan konyol,
jika itu bisa membuatmu lebih lega.

Aku ingin kamu merasa benar-benar diperhatikan.
Agar tak perlu merahasiakan kehindahan lagi, hingga membuatmu menyadari nilai diri, meski pernah dilukai sebelumnya.

Yang paling berarti bagiku adalah memberi tanpa diminta.
Menyusun kembali yang berantakan,
merapikan yang kusut,
bahkan membayangkan ulang dunia
jika itu bisa meringankan langkahmu.

Dalam setiap tindakan kecil tersimpan kebijaksanaan.
Kebaikan lahir dari hati yang memilih.

Dan aku memutuskan untuk melakukannya,
seperti menyalakan lilin di malam yang gelap,
agar cahayanya sampai padamu,
meski kamu tidak memintanya.

_____
Karya: Sarah Bneiismael 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)