KAMU
Zaman berjalan lebih lambat sejak langkah disamakan,
seolah hari menunggu
agar tak ada yang tertinggal.
Ujung perjalanan mulai saling mendekat,
jarak belajar mengecil,
dan arah tak lagi saling menoleh.
Lalu niat menemukan tempatnya,
berhenti tanpa aba-aba,
menjadi diam yang ingin dijaga.
Kaki-kaki hari masuk ke halaman,
rumah membuka pintu
dalam keheningan yang disepakati,
lantai mengenali berat langkah
yang berniat tinggal.
Isi waktu disusun perlahan,
pagi dan malam bergantian merawat,
agar yang rapuh
tak lagi sendirian.
Fajar datang sebagai saksi,
meja dan jendela menahan terang,
menyimpan harap
agar tetap hangat.
Lama-lama hari saling mengikat,
oleh kebiasaan
yang tumbuh bersama.
Ini keinginan yang kupelihara:
menjadi satu arah pulang,
menjaga langkah tetap seiring,
sampai waktu belajar
menyebut kita
sebagai tinggal.
_____
Karya: Sarah Bneiismael
Komentar
Posting Komentar