Kesepakatan mutlak

Hari ini, di hadapan bumi yang renta dan seluruh arsip ingatannya,
aku menandatangani sebuah ketetapan
yang wajib disepakati oleh siapa pun
yang masih menjaga martabat jiwanya.

Aku bersaksi di bawah langit yang tak pernah memihak,
bahwa setiap hati berhak utuh—
meski kasih tumbuh sepihak,
meski senyummu tak pernah kembali.

Mulai saat ini,
tak seorang pun boleh menundukkan martabatnya
demi bahu yang menolak menjadi tempat bersandar;
tak ada jiwa yang layak merayakan harapan
yang hanya berdesir sebagai bisik
di ruang batinnya sendiri.

Jika engkau mencintai dalam kesunyian,
jangan biarkan sukacitamu menjelma selubung
yang melemahkan keteguhanmu.
Rawatlah dirimu sebagaimana engkau menjaga nyala—
padat, teduh, dan tak tunduk pada siapa pun
yang tidak mampu memeliharanya.

Dan bila suatu hari engkau berdiri di hadapan wajah
yang tak mampu mencintaimu kembali,
angkatlah wajahmu setinggi keberanianmu;
ingatkan hatimu bahwa kau pernah indah—
dan tak ada alasan bagi kelayuan
hanya karena seorang manusia tak mengerti cara mengembalikannya.

Dengan ini,
aku mengumumkan maklumat
dari segenap jiwa yang pernah renggang oleh luka:

Bahwa tak seorang pun pantas kehilangan diri
demi cinta yang tak memilihnya.

Siapa pun yang membaca ketetapan ini;
Miliki dirimu terlebih dahulu!
Dan biarkan cinta datang sebagai sekutu.

Bukan sebagai penguasa.

_____________
Karya: Sarah Bneiismael 
Bondowoso, 07 Desember 2025
Sepertiga malam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)