Kuyakin kita satu
Laut
Biru pekat mengalir dalam dirinya,
menatap tinggi dengan raut wajah yang menahan segala ucapan.
Aku tahu dia melihatku juga —
ia merasakan hangatnya pancaran yang menyapa setiap pagi,
ombaknya mengalun lembut sesuai ritme napas yang sama.
"Aku merasa tak cukup layak untuknya,"
Hati ini berombak perlahan di kedalaman.
Setiap gelombangnya selalu menghadap ke arahnya, seolah ingin berpadu.
Langit
Biru cerah membentang luas,
menatap rendah dengan pandangan menahan setiap lirikan.
Dia pasti tahu aku mengaguminya —
ia mengirim angin, menyapu permukaan dengan lembut,
sinarnya menyinari setiap sudut kedalaman tanpa terkecuali.
Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan tentangku, kecuali setiap awan selalu membentuk bayangan yang mengikuti gerakannya.
Setiap biru dalah warna yang menyatu di ufuk jauh,
tak ada batas mana yang memisahkan keduanya.
Kita berdua menyimpan rasa dalam pelukan diam-diam.
Kuyakin alam semesta tahu betul bagaimana kita ingin bersua.
Angin
Menjadi nyawa yang mengalir di antara keduanya,
mengirim derap denyut hangat dari satu sisi ke sisi lain.
Pancarannya meresap dalam setiap tetes air,
kedalaman laut memberikan kedamaian bagi langit yang luas.
Mereka tahu satu sama lain, mengenal setiap warna dan gerakan.
Aku mencintainya dengan seluruh jiwaku, dan dalam keselarasan itu, kita sudah menjadi satu.
Aku yakin itu.
_________
Karya: Sarah Bneiismael
Komentar
Posting Komentar