Mungkin dia adalah kekasih - Nya

Bagaimana jika orang yang kita sakiti itu
adalah hamba yang paling dicintai Allah?
Seandainya kita tahu,
kita akan takut—
tak berani mengangkat pandangan,
tak berani melontar satu kata pun
yang dapat melukai hatinya.

Sungguh…
kita terlalu sering menilai manusia
dari wajah yang tampak,
padahal Allah menyembunyikan kebaikan-Nya pada hati yang paling sunyi.

Mungkin yang kita rendahkan
adalah seseorang yang setiap malam
memanggil nama Rabb-nya
dengan suara yang tidak terdengar
oleh siapa pun kecuali langit.

Dan kita mengira ia biasa saja.

Wahai diri…
betapa banyak luka
yang tanpa sadar kita tinggalkan
pada hati yang tak pernah membalas,
pada jiwa yang memilih diam
sebab tahu Allah selalu melihat.

Betapa sering tangan kita ringan untuk menyakiti,
lidah kita cepat menghakimi,
sementara di hadapan Allah
bahkan tak punya alasan
untuk membela satu pun
dari semua kesalahan kita sendiri.

Kadang aku malu—
malu pada diriku,
malu pada Rabb-ku
yang terus menutupi aibku
meski aku tak mampu
menjaga aib orang lain.

Ada malam-malam
di mana aku tiba-tiba takut:
takut jika yang pernah kulukai
adalah hamba pilihan
yang namanya dikenal di langit
meski tak dianggap di bumi.

Takut bahwa keluh itu
naik ke hadapan-Nya sebab aku,
dan Allah mendengarnya
dengan kemurkaan
yang tak sanggup kupikul.

Dan pada saat itu
aku hanya bisa menundukkan wajah,
menyadari betapa banyak dosa
yang kulakukan tanpa kusadari.

Ya Allah…
jika Engkau melihat cacat di hatiku,
tutuplah ia dengan lembut-Mu.
Jika Engkau melihat kesombonganku,
patahkan ia sebelum menyakiti
siapa pun yang Kau cintai.
Jangan biarkan aku menjadi sebab
kesedihan hamba
yang dekat dengan-Mu.

Lembutkan lisanku,
rendahkan hatiku,
dan kuatkan tanganku
untuk menahan diri dari melukai.

Sebab aku takut, Ya Rabb…
takut bahwa pada hari rahasia dibuka,
Engkau memperlihatkan kepadaku
bahwa yang pernah kuhinakan
adalah kekasih yang Engkau jaga.

Sementara akulah
yang membawa luka paling banyak
dan cahaya paling sedikit.
Dan saat itu—
tiada siapa yang bisa kusalahkan
selain diriku sendiri.

Lindungi Aku, Ya Rabb.. Amiin


__________
Karya: Sarah Bneiismael 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)