Sejauh yang bisa ku ingat

Sejauh yang bisa kuingat,
aku selalu mencintai tepi laut—
tempat dunia terasa lebih jujur
daripada manusia yang melintasi kehidupanku.

Suara ombak menyeret pasir,
menarik kembali kesunyian,
lalu datang lagi,
seperti pikiranku yang enggan berakhir.

Ada keheningan yang tak bisa dijelaskan:
aroma rumput laut yang tenggelam dalam asin,
udara yang basah.

Satu gelombang,
lalu satu lagi,
dan pikiranku mengecil,
menjadi pulang,
menjadi hening yang memahami luka. 

Aku duduk di pasir—
waktu berjalan,
dan aku memiilih diam.

Pejamkan mata,
tarik napas pelan.
Biarkan tubuh ini menjadi rumah bagi ketenangan;
tidak ada yang harus ku pahami terburu-buru.
Biarkan ia tumbuh perlahan—
seperti nyala lembut
yang belajar mengenali dirinya sendiri
sebelum menerangi.

Sebab mungkin,
jika aku diam cukup lama,
aku akan merasakannya—
laut yang menghapus batas antara tubuh dan pikiran,
antara hari ini dan masa lalu,
antara yang tersimpan
dan yang sengaja dilupakan.

Jadi aku berjalan pelan:
Seperti ombak
yang mengunjungi pantai.

Semoga hari-hari yang menunggu
datang dengan tenang,
membawa aku ke ruang
di mana akhirnya aku bisa bernapas utuh,
tanpa harus memberi penjelasan. 


_____
Karya: Sarah Bneiismael 
Bondowoso, 4 Desember 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)