Sungai panjang dan alirannya
Jabatan adalah sungai panjang,
membentangkan tabiat
di setiap lekuk alirannya.
Di tepi air,
kejernihan belajar menghilang.
Arus berdesakan dengan riaknya sendiri,
bersinggungan, berisik,
namun enggan beranjak ke hilir.
Muara menunggu lama,
tanpa keluhan.
Buih menarik perhatian permukaan;
pusaran kecil diberi arti, diulang,
lalu dipercaya
sebagai hambatan besar.
Sementara itu,
batu-batu berat berdiam
di tubuh sungai—
dingin, tak terusik,
mengunci aliran,
membiasakan jengah
sebagai putaran yang diterima.
Air berkumpul dalam satu ingatan,
mengental oleh pengulangan.
Arah mulai ragu.
Kelancaran surut diam-diam.
Aliran menahan napas,
ranting memilih tinggal,
perahu menunda niat keberangkatan.
Di hilir yang lain,
sungai belajar cara baru.
Tak mengamati riuh,
tak menjadikan buih
sebagai tanda kuasa.
Batu yang mengganjal
dipeluk lalu disingkirkan,
jalur yang tersumbat
dibujuk untuk terbuka,
ruang dibiarkan lapang
agar ingatan pada muara pulih.
Ketika aliran menyimpang perlahan,
kesabaran menyertainya.
Ketika tebing melemah,
keteguhan menopangnya.
Pada akhirnya,
sungai kembali mengalir.
Di sanalah makna menetap:
saat aliran tiba di muara—
mengalir,
bergerak,
sampai pada tujuan.
____
Ditulis oleh: Sarah Bneiismael
Bondowoso, 11 Desember 2025
Komentar
Posting Komentar