Jujurlah

Bertuturlah lurus; biarkan mengalir,
seperti sungai yang tak mengkhianati hulu.
Bila ada cela yang muncul di jalan,
tataplah sebagai cermin— bukan ancaman yang menggangu.
 
Sering, bisu dijahit menjadi selimut,
menutupi apa yang harusnya terucap.
Salah disimpan sebagai simpul rapi,
namun kebenaran tidak akan memudar oleh sunyi.
 
Suara jujur adalah bintang tetap,
diam, setia pada porosnya.
Tidak menelanjangi luka.

Seperti kompas tua, tak tergores usia,
Selalu mengetahui arah lekukan keausan.
Menuntun langkah yang nyaris lupa,
mengingatkan pada arti pulang—
ke tempat di mana hati bisa kembali lega.

______
`Karya: Sarah Bneiismael`
Bondowoso, 29 Januari 2026
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)