Menanti pagi

Apakah dunia sengaja meniadakanku dari daftar segala yang layak dirayakan, atau sejak awal aku dilahirkan sebagai selisih dalam barisan peradaban?

Titik terang menjauh layaknya garis katulistiwa,
setiap langkah menjadi pemisah.
Keindahan berpaling, menutup mata,
enggan berdamai.

Luka terus bertahan.

Aku lelah menjadi musim yang tak dinanti,
Melayari cinta sebagai angin berubah.

Saudara juga kawan telah
menemukan dermaga mereka sendiri,
meninggalkanku bersama ombak

Laksana bintang jauh dari pandang, Masih berjuang. 

Aku duduk di bawah, berdiam diri.

Menanti pagi

entah,

kapan akan datang. 


___________

Karya: Sarah Bneiismael 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)