Pulang

Aku sudah pulang,
namun rindu masih terkenang
Seperti hujan jatuh, diam-diam ia menggenang.

Kupikir rumah sekadar alamat tempat singgah sebelum lelap.
Nyatanya,
pulang adalah niat
di mana rasa boleh menetap,
tanpa ditimbang, tanpa disikap.

Rintik mengajarku bersabar,
bahwa tidak semua harus tumpah.
Ada basah yang harus tersasar,
menjadi genangan pasrah.

Biarkan semuanya luruh seperti rintik teduh.
Meski air mengalir membawa arah yang rapuh,
meninggalkan basah pada diri yang kian utuh;
semoga sabar berdiam dalam setiap keluh,
menampung genangan tanpa perlu mengeluh.

Ikhlaskan alamat lama yang telah lenyap.

Dan , Pulang

Bertumbuh

Kembali utuh. 


_____________
Karya: Sarah Bneiismael 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)