Sadar

Berkumpul.
Tetapi tidak bertemu.
 
Berbicara.
Tetapi tidak menyampaikan.
 
Ada.
Tetapi tidak memberi makna apa-apa.
 
Kesepian.
Terlalu banyak manusia kehilangan arti.
 
Berjalan seperti bayangan.
Berpapasan dengan wajah yang sama, tak mengenal wajah sendiri.
 
Duniaku terjaga.
Saat dunia memilih tertidur.
 
Menutup mata dari apa yang ada di hadapan mata, menutup telinga dari suara yang berbisik, menutup hati dari kehidupan yang sesungguhnya.
 
Duniaku terjaga.
Saat dunia memilih tertidur.
Ini adalah beban.
Sadar.
 
Kegelapan datang.
Sebagai teman.
 
Sunyi adalah ruang—pikiranku tumbuh seperti rumput liar.
 
Sunyi adalah tanah—kegelisahanku berakar seperti pohon tua.
 
Sunyi adalah udara—kebenaran berbisik namun tak ada yang mau mendengar.
 
Teman.
Mengapa kita harus sendirian di tengah keramaian.
 
Lampu menerangi setiap sudut.
Cahaya menerangkan tapi tak menjelaskan.
 
Ini adalah peradaban kita: penuh terang namun tetap petang.
 
Ini adalah keyakinan kita: mudah dipegang namun rapuh seperti kertas usang.
 
Mengapa kita berdiri jauh.
Padahal jaraknya hanya satu langkah.
 
Berkumpul.
Tetapi tidak bertemu.
 
Berbicara.
Tetapi tidak menyampaikan.
 
Ada.
Tetapi tidak memberi makna apa-apa.


_______
Karya: Sarah Bneiismael 
Bondowoso, 15 Januari 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)