Samudra dalam Bidukan-Mu

Tak perlu menggerus pantai, apalagi melucuti waktu—
cukup bidukan matamu, di mana samudra berdiam dalam sepasang mutiara batu.
 
Di sana arus mengalir dengan irama syair;
betapa piawai, engkau, menari di antara relung-relung embun yang membasahi geloraku.
 
Kulihat lautan dalam sekeping mata:
gelombang menggoda dengan bisikan kata cinta,
dasarnya memeluk detik-detik kita yang bersentuhan di alam mimpi,
permukaannya membelai dengan senyum pada seluruh kerinduanku.
 
Aliran purnama menggelarkan karpet merah mengantar langkah kita,
melintasi bentangan warna menyatukan malam dan siang;
cakrawala membungkus semesta,
setiap arus mengabadikan cinta kita seutuhnya.
 
Tak ada kata yang bisa menyamai alunan dari pandanganmu ini—
hanya lautan dalam diriku, berombak ingin memelukmu.
Rela aku tenggelam sepanjang hayat,
dalam lautanmu;
dalam cinta yang kita ukir di antara gelombang dan pasir—
di mana samudra berdiam selamanya, dalam sepasang mutiara batu.
 
 
_____
Karya: `Sarah Bneiismael`

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)