SEREMONI KISAH CINTA
Ketika langit
berkenan merendahkan pandangan,
aku diangkat sebagai pusat
tempat segala rasa pulang.
Taman menjadi ruang perjamuan,
kedai kecil cukup disebut istana.
Sebab harapan pernah duduk dengan tenang di sana.
Dia menempatkanku dalam sebuah kisah,
menobatkanku sebagai ratunya.
Aku percaya pada keberlangsungan.
Lalu perubahan datang
Irama meluruh,
cahaya menarik diri,
ruang yang dahulu akrab
menjadi jarak yang dingin.
Tempat-tempat itu masih ada,
namun tak lagi bernuansa sama.
Kemewahan runtuh
menjadi kesederhanan,
dan di sana tahtaku di lengserkan.
Rupanya aku bukan Ratu, apalagi pusat dunia, bahkan
bukan tokoh utama dalam cerita manapun.
Aku hanya manusia
yang pernah menyerahkan kepercayaan sepenuhnya,
dan kini
memanggil kembali harapan
agar pulang ke dalam diri.
Cinta selesai sebagai pemahaman.
Membuatku mengerti arti kehilangan;
dunia tak pernah berjanji menetap,
namun selalu membuka ruang
bagi hati yang bersedia tumbuh
dalam pemikiran yang lebih dalam.
______
Karya: Sarah Bneiismael
Komentar
Posting Komentar