Tak mengapa

Judul: Tak Mengapa

"Suara bising itu sudah tak asing lagi.
Dia adalah apa yang dibutuhkan oleh telinga,
agar otakku bisa berjalan". Ujarnya.
Sedang aku sibuk mencari letak kaki.

Semangkin kudengar,
semangkin berkeringat pula semut-semut yang menempel, sampai aku, tak mengenal lagi cahaya yang dulu nan indah ku pandang. 

Ternyata itu bukan hadiah untukku.
Tenang saja aku tetap ber do'a agar ia tidak redup. 
Seperduli itu aku.
Walaupun hanya berdiam di balik tembok yang keras. 

Seriuh ombak bergelut
Aku tak takut 
Sebab aku lebih riuh dari itu.

Sepatah-patahnya dahan 
Segugur-gugurnya dedaunan 
Setumbang-tumbangnya pepohonan
Toh tetap tumbuh jua,

Tak mengapa meski tak berbuah,
tak mengapa meski di guyur hama,
dan tak mengapa meski busuk.

Bukankah pada akhirnya,
Kita pun akan menyatu dengan tanah?

________
Karya: Tanpasuara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)