Tidak semua perjalanan perlu di lanjutkan

Perhatian,
Dantang seperti jawaban saat kehadiran yang intens
memberi rasa aman.

Pada zaman ini, kedekatan dapat tumbuh tanpa perjumpaan.
Suara mampu mengisi ruang batin
tanpa pernah sungguh menjejaki kenyataan.

Dan karena hati manusia diciptakan untuk berharap,
kita sering melangkah tanpa merenungi,
tak memberi cukup jeda untuk bertanya
ke mana kita sedang dibawa.

Kita kerap berjalan yakin,
lupa bahwa tidak setiap arah menuju utara;
sebagian hanya mondar-mandir,
menyangka selatan sebagai pulang.

Kesepian tidak selalu berarti sendiri.
Hadir
dalam hubungan yang terasa dekat
namun tak pernah benar-benar sampai.

Tulus, sunyi,
Rawan disalahartikan
sebagai keharusan.

Waktu diserahkan.
Cerita dibuka.
Kepercayaan diletakkan seperti benih
di tanah yang belum tentu siap menumbuhkan.

Dan kehidupan, dengan caranya yang tenang,
mengajarkan bahwa tidak setiap harap
ditakdirkan untuk berakar.

Ketika kehadiran berhenti bersuara,
yang tersisa tinggal ruang hening
tempat hati sadar diri,
menjernihkan pandangan.

Kepercayaan tetaplah anugerah. Hidup di antara doa dan kesadaran.
Ia bertumbuh ketika niat dan prilaku selaras,
ketika tutur kata tidak berjalan lebih cepat dari perbuatan,
ketika waktu tidak dipakai untuk menghindar.

Mencintai adalah fitrah.
Kebijaksanaan adalah penuntunnya—
agar hati tidak hanya berani memberi,
tetapi juga mampu menjaga arah.

Tidak semua perjalanan
perlu dilanjutkan,
dan tidak setiap yang terasa pulang
benar-benar layak dituju.

_____
Ditulis oleh: Sarah Bneiismael 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)