Pohon

Jangan mencuci diri
di sungai yang sejak awal
mengalir dari selokan.
 
Airnya tak pernah berniat jernih—
Selalu memantulkan wajah wajah dungu.
Terlihat penting
di permukaan keruh.
 
Ketahuilah!
Mereka yang mencintaimu
tidak melihat angin;
mereka paham bahwa kau adalah pohon.

Paham bagaimana akarmu
Mengakrabi tanah.
Melihat bagaimana kau tetap tegak,
meski musim mencoba mematahkan.

Integritas layaknya matahari
Tak perlu memvalidasi dirinya terang,
setiap pagi pasti kembali,
tanpa perlu membela diri pada gelap malam.
 
Dan mereka yang memilih ragu
Sama halnya dengan jendela tertutup:
seberkas cahaya pun
akan dianggap gangguan.
 
Tidak semua badai harus kau debat.
Beberapa angin hanya ingin
Memastikan kau kehilangan arah.
Bahkan terkadang, petir sekalipun hanya ingin mendengar suaranya sendiri.
 
Biarkan kabar berputar
seperti daun kering yang lupa pohonnya.
 
Tugasmu bukan menjadi pengeras suara.
Tugasmu menjadi pohon:
Kuat
tumbuh wajar
jernih dalam berprilaku
dan tetap 
lurus.

______
Karya: Sarah Bneiismael 
Bondowoso, 27 Februari 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)