Aku memaafkan

Aku memaafkan—
sebagaimana laut menelan bangkai kapal,
tanpa menanyakan siapa yang karam.
Dalam diriku, ombak-ombak berlutut,
Mengenang desir yang pernah melukai,
hingga asin berubah.
 
Aku memaafkan
agar ruang dalam diri tidak menjadi museum dendam:
tempat patung-patung mengabu.

Kubakar arsip luka;
abunya kutaburkan ke angin—
Pulang sebagai hujan,
bukan kemarahan.
 
Aku melupakan—
seperti senja menghapus jejak matahari,
tanpa menggugat mengapa siang pergi.
Ingatan kugembalakan ke padang lapang,
kuminumkan air sabar,
hingga jinak dan tak lagi menggigit dari dalam.
 
Sungai mengaliri bawah tanah.
memilih jalur gelap
agar tak seorangpun tenggelam.
Aku diam.
 
Aku sabar—
langit tanpa tepi,
Keyakinanku pada Allah
membesar.
luka-luka larut,
perih hilang tanpa kabar.
 
Aku sabar,
Seperti pohon
Tetap berbuah
di tengah musim berubah.
 
Aku memaafkan.
Aku melupakan.
Aku diam.
Aku sabar.

 _______
Ditulis oleh: Sarah Bneiismael 
Bondowoso, 16 Februari 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)