Bulan sepi

Langit menyentuh wajah bundar
dengan jemari biru gemetar,
bintang-bintang merapat
meniup sayur-sayup rindu.
Pijar pun memucat.

Saat laut mengusap pergelangan tangan,
menarik pasang dari tulang sunyi;
Malam melingkari pinggang bundar,
lekat.
Ingin menetap.

Bulan
Terlalu lama menjadi wajah singgah
Digantung bersama harapan.
Terlalu lama bermalam
dengan kerinduan.
 
Makan izinkan melepas diri
dari pakuan langit
Biar pendar ditarik relung terdalam.
 
Beri waktu duduk memeluk kelamnya.
Menyisir gelap,
memadamkan bara; memenjara.
 
Terang
merindukan teduh
Tinggi
mendambakan tanah.
 
Bulan sendiri,
Berpendar
Terlantar
Sepi
 

_______
Ditulis oleh: Sarah Bneiismael 
Bondowoso, 17 Februari 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)